FF Ficlet [Myungzy Couple] | Only Tears

coverff-Only Tearskjm

Title          : Only Tears

Author      : Lee Ho Ji aka Vinwi Lee

Cast          

– Kim Myungsoo

– Bae Suzy

Genre        : Sad

Lenght       : Ficlet

Rating        : T

Semoga suka…. 🙂

Aku melihatmu duduk di atas gedung sekolah, menenggelamkan wajahmu diantara kedua tanganmu yang bersandar pada lututmu. Menikmati setiap sentuhan air hujan yang meringkuk masuk membasahi tubuhmu dan tak peduli jika akan datang angin kencang nantinya yang mungkin akan memakanmu dalam dingin hempasannya.

Kau menangis, setidaknya itu yang ku ketahui dari isakan tangismu yang cukup jelas tertangkap oleh telingaku.

Kenapa ? Kenapa kau menangis ?

Apa yang membuatmu menangis ?

Aku menghampirimu, duduk disamping tubuhmu dan ikut merasakan kerasnya hantaman air langit yang terjatuh, hujan… sebuah anugerah dari Tuhan yang sangat aku cintai. Aku bertanya padamu dalam hening tapi kau hanya diam dalam selimut tangismu.

Tampaknya hujan tak lagi menemanimu namun kau tetap pada posisimu yang kali ini air matamu juga ikut berhenti mengalir. Tak lama kau bangun dari dudukmu, pergi meninggalkanku dan mengacuhkanku yang masih disampingmu.

Haruskah kau seperti ini Bae Suzy ?

∞            

 

 

Hari ini langit tersenyum cerah untukku, tapi kau… kau masih asik bersahabat dengan kesedihan. Kau duduk mematung di kursimu dan tak jarang menyembunyikan wajahmu.

Sepertinya kau tampak bosan dengan pelajaran Kang Songsaengnim hingga kau berkali-kali menutup wajahmu dengan buku. Tapi tunggu… tidak.. kau tidak bosan, kau sedang memikirkan sesuatu yang selalu saja mengiris tipis-tipis batinmu. Kau benar-benar kehilangan ragamu sampai-sampai tak mendengar desahan-desahan keras Kang Songsaengnim yang memanggilmu.

Akhirnya setelah beberapa kali mencoba memanggilmu, kau tersadar dari lamunanmu. Kang songsaengnim menyuruhmu keluar untuk mencuci muka tapi kau dengan acuh tak menuruti perintahnya, kau mengambil ransel putihmu kemudian melangkah keluar kelas.

Woohyun melakukan hal yang sama denganmu, ia berlari kecil menghampirimu agar bisa sejajar dengan langkahmu. Aku menatap kalian di pintu kelas. Suasana terkesan canggung tapi kau tak marah ketika Woohyun mengalungkan tangannya di bahu kecil milikmu.

Apa yang kau lakukan Suzy-ah ? Apa kau tak memikirkan perasaan kekasihmu yang melihatmu dengan santai di peluk pria lain ?

Kau tak peduli dengan kekasihmu yang berdiri terluka di depan pintu kelas ? Kenapa kau melakukan ini ?

Tak lama Woohyun melangkah menjauhimu hingga tak terlihat lagi oleh pandanganku yang masih memperhatikanmu. Ku lihat kau sedang duduk di kantin sekolah kita. Raut wajah murungmu membuat hatiku semakin terluka. Perih rasanya harus menyaksikan pertunjukkan ini.

Aku ingin memelukmu dalam dekapan yang lembut dan hangat, tapi aku tak bisa.

Kenapa ? Aku hanya ingin memelukmu.. Tak adakah kesempatan untukku melakukannya ?

Aku mencoba melangkahkan kakiku menghampirimu, namun terhenti dalam dua langkah kecil karena Woohyun sudah lebih dulu mengambil tempat di sebelahmu.

Woohyun mengatakan sesuatu padamu, entah apa kalimatnya aku tak bisa mendengarnya. Wajahmu tiba-tiba saja melukis kesenduan kalbu setelah mendengar ucapan Woohyun yang tampaknya sungguh sangat serius.

Dalam beberapa detik kau menangis, ya menangis lagi. Begitu mudahkah kau menangis ? Kau bahkan belum ada 24 jam setelah kemarin menangis ria di bawah hujan.

Woohyun menarik tubuhmu dalam pelukannya dan kau sama sekali tak menolaknya. Ku lihat ia mengelus lembut rambut panjangmu seperti yang dulu kulakukan kepadamu dan hanya sekali kulakukan.

Ini menyakitkan.. Kau menangis dalam pelukan Woohyun dan bukan padaku. Kenapa kau seperti ini Suzy-ah ? Apa yang telah ku lakukan padamu hingga kau selalu memberi tangis kehancuran untukku ?

Kau beranjak pergi bersama Woohyun dengan mobil AUDY miliknya dan aku mengikuti kalian di belakang. Kau dan Woohyun berhenti di suatu tempat, ya tempat dimana seseorang dapat mengirimkan seuntai doa untuk orang yang telah tiada.

Kau berhenti di depan meja salah satu orang yang telah meninggal dan meletakkan sebuket bunga kecil. Disana terletak dengan rapi sebuah frame foto dengan nama di bawahnya…. KIM MYUNG SOO….

 —- Kenapa kau meninggalkanku secepat ini Myungsoo-ah ? Apa kau tidak mencintaiku ? Kau seharusnya bertahan hidup jika kau mencintaiku….. —-

Lirihan itu… Lirihan yang keluar dari bibir manismu membuat tubuhku lemas seketika dalam penyesalan. Menyadarkanku dengan kejadian 4 hari lalu yang menimpaku saat ingin membeli hadiah ulang tahun untukmu.

Maafkan aku tak bisa bertahan melawan kecelakaan itu..

Maafkan aku harus membuatmu terus menangis…

Aku mencintaimu.. Dan akan terus mencintaimu hingga aku tak dapat lagi merasakan hal yang disebut cinta itu.

 

END

Let’s comment readers…..

Halo author baru  nih… Kasih apresiasi kalian buat author donk..

Berbuat baik itu indah loh readers, so jangan sombong-sombong comment ya….

Iklan

FF Ficlet | Vinji Twins | Feeling Of Hate

Coverff-feeling-of-hate

Title           : Feeling Of Hate

Author       : Lee Ho Ji aka Vinwi Lee

Cast

– Kecin Woo

– Lee Chunji

– Choi Juniel

Genre       : Angst, AU

Lenght      : Ficlet

Rating       : PG 17

Seorang pria tampan bernama Lee Chunji tengah duduk di salah satu meja sebuah Bar, asik menikmati segelas bir miliknya. Bar yang kosong tak satupun ada pengunjung hanya tersisa beberapa pelayan Bar, ia sengaja menyewa Bar itu  entah apa alasannya.

Wajahnya melukiskan kebencian yang mendalam. Otaknya penuh rasa benci dan sebuah penyesalan yang tak berarti baginya. Sesekali ia tersenyum sendiri dan tak jarang bergumam kesal.

Seorang pria manis datang menghampirinya, ia tersenyum kepada pria itu.

“ Kevin hyung “ ujarnya.

Pria yang diketahui bernama Kevin itu lantas melayangkan pukulan ke wajah Chunji yang membuat Chunji tersungkur ke lantai dan berhasil membuat tubuh Chunji menyium lantai.

“ Ada apa denganmu hyung ? “ tanya Chunji heran.

Ia menyentuh bibirnya dan mendapati secarik darah mengalir pelan dari bibirnya. Ia tersenyum sinis, berdiri dan balik memukul Kevin.

Kevin tak mau kalah ia menghajar Chunji habis-habisan, memukul dan terus memukul Chunji hingga darah segar dengan perlahan mengalir dari kening Chunji. Pelayan Bar yang melihatnya hanya bisa diam mematung di tempatnya tanpa melakukan apapun untuk memisahkan dua bersaudara yang sedang berpartisipasi dalam perkelahian.

“ Kenapa kau terlibat pembunuhan Abeoji ? “ tanya Kevin dengan kemarahan yang mendidih.

Chunji tak menjawab ia malah memberi senyuman mengejek untuk Kevin dan masih asik menikmati pukulan demi pukulan yang di berikan Kevin. Chunji mendorong tubuh Kevin hingga membuat kepala Kevin membentur kaki meja dengan keras.

Chunji bangkit dari tidurnya membersihkan hoodienya dan sedikit merapikan kerahnya. Begitu juga dengan Kevin.

“ Lihat ini “ tukas Kevin menunjukkan bukti rekaman adiknya terlibat pembunuhan Ayah mereka sendiri.

“ Aku akan mengirimkan ini kepada Pengacara Lee “ lanjutnya

Chunji terdiam ia terlihat tenang tapi tidak dengan perasaannya. Ia khawatir mungkin itulah yang ada di perasaannya saat itu, ia terus bertanya bagaimana Kevin bisa mendapatkan rekaman itu.

Sejenak ia melangkah mundur dan memasukkan tangan kanannya ke saku hoodie hitamnya. Tampaknya ia ingin mengambil sesuatu dari dalam sana. Kevin terus bertanya meminta pengakuan dari Chunji bagaimana bisa adiknya tega membunuh Ayah kandungnya sendiri.

Chunji mengeluarkan sebuah pistol dari saku hoodienya dan tepat mengarahkannya ke Kevin.

“ Sebelum kau mengirimkan rekaman itu, aku akan lebih dulu mengirimmu ke surga agar kau bisa bertemu Abeoji “ pekik Chunji

Kevin diam dalam posisinya, ia menatap lekat mata adiknya itu.

– 1 detik

– 3 detik

– 5 detik

Bukan Chunji jika ia tak berani melakukan apapun. Sebuah peluru berhasil ia tancapkan tepat di lambung Kevin dan tak butuh waktu lama bagi Kevin untuk terbaring di lantai dengan darah segar yang mengalir deras dari tubuhnya.

Chunji menghampiri Kevin berlutut di dedapannya sembari tertawa penuh kekejaman.

“ Kau tahu kenapa aku membunuh Abeoji… Karena aku membencinya itu karena dia selalu membanggakanmu tapi denganku… Aku hanyalah seberkas sampah dimatanya. Dan kau tahu kenapa aku juga melakukannya padamu.. Karena.. aku mencintai Juniel dan kau telah mengambil hatinya dariku “ jelas Chunji tersenyum dan terus tersenyum.

Kevin tak bisa berucap, yang ia lakukan hanyalah memegangi perutnya dan melihat adiknya yang berubah entah sejak kapan. Yang Kevin tahu Chunji adalah orang yang selalu ceria dan menyayanginya, Chunji tak pernah marah atau membantah apa yang diucapkan olehnya.

“ Kevin-ah “

Sebuah suara menghiasi telinga Chunji dan Kevin. Chunji mendongakkan wajahnya dan mendapati sosok gadis cantik yang ia cintai. Ia berdiri tersenyum kepada gadis itu yang ternyata adalah Juniel.

Dengan sedih Juniel menghampiri Kevin, sejenak airmatanya meronta ingin keluar dan Juniel memberikan izin akan hal itu. Ia menatap Chunji dengan kemarahannya, dan…

PLAK

Sebuah tamparan meluncur ke pipi Chunji. Masih dengan menangis ia bertanya kepada Chunji.

“ Kenapa kau lakukan ini pada Kevin ? KENAPA ? Huh ? “ lirih Juniel terluka.

Kini Chunji semakin jadi, ia menarik tubuh Juniel dan menguncinya di dinding Bar, memegangi erat kedua bahu kecil milik Juniel.

“ Karena aku tak suka kau mencintainya “

Chunji mendekatkan wajahnya ke wajah Juniel dan dengan sigap tanpa basa-basi mulai melumat bibir Juniel, memegang tengkuk Juniel untuk memperdalam ciumannya. Tapi Juniel masih berusaha menutup rapat mulutnya.

Juniel mencoba mendorong tubuh Chunji namun Chunji sangat tepat dan pintar untuk mengunci tubuh Juniel sehingga tak memberikan sedikit ruang untuk Juniel memnberontak.

_

_

Kevin yang ternyata masih hidup membangunkan tubuhnya tanpa sepengetahuan Chunji. Ia mengambil botol kaca di meja tampat Chunji minum tadi dan memukulkan botol kaca itu ke kepala Chunji.

Chunji terkejut dan menghentikan aktivitasnya. Beberapa serpihan kecil botol kaca telah menancap di kepala Chunji dan langsung sukses membuat Chunji terjatuh ke lantai dengan lemah dan menutup matanya dalam beberapa detik.

Juniel yang melihatnya hanya bisa berdiri diam dalam ketakutannya. Ia melihat Kevin tersenyum kepadanya masih dengan memegang sisa potongan botol kaca yang ia pukulkan ke kepala Chunji tadi.

Kevin melepaskan sisa potongan botol kaca itu dan Juniel menghampiri dirinya. Juniel mendekap erat tubuh Kevin dan tanpa ragu Kevin membalasnya. Tak lama pelukan Kevin semakin melemah dan iapun terlepas dari dekapan hangat tubuh Juniel. Ia terjatuh di kaki Juniel dengan mata yang tertutup membuat Juniel hanya bisa menangis dalam kesunyian menggenggam lembut jemari Kevin.

END

 

◊◊◊

Let’s comment readers…..

Halo author baru  nih… Kasih apresiasi kalian buat author donk..

Berbuat baik itu indah loh readers, so jangan sombong-sombong comment ya…