FF Droubble [Myungzy Couple] 60 Second

coverff-60detikver1

Title        : 60 Second             

Author    : Vinwi Lee

Cast

– Kim Myungsoo

– Bae Suzy

Genre       : Fluff, Songfic

Lenght      : Droubble

Rating       : G

Sesekali melangkah dan berhenti. Memandang ke sekeliling kemudian mata kita bertemu. Aku lekas menolehkan kepala. Melihat ke kaki dan perlahan menengadahkan kepala kembali

Mata ini terbelalak. Mulut ku agak ternganga. Hati ku terngiang di telinga

Aku melihat mu datang lagi ke perpustakaan umum ini. Kau tampak manis dengan blezer abu-abu dan jeans biru tua milikmu. Aku mengikutimu ke meja peminjaman buku dan di sana dengan sengaja aku mengintip nama dirimu – Bae Suzy – Nama yang cantik seperti pemiliknya.

Kau berbalik membuatku terkejut karena hanya ada ruang sekitar 15 cm untuk membatasi jarak kita. Ritme jantungku bekerja dua kali lebih cepat dari batas normalnya. Pandanganku tak sedikitpun beralih dari wajahmu yang cantik.

Kisah ini berakhir dalam 60 detik

Kau telah mendatangi hati ini

Aku tak meragukannya 

Dan kau yang membawaku pergi

Waktu yang tak singkat

Sebuah kisah cukup untuk ku

Tak perlu alasan lagi

Kau membuat hati ku berdebar dan tertuju padamu waktu pertama itu

Seketika aku tersadar karena telah menghalangi jalanmu dan kau tersenyum padaku. Senyuman yang indah.

“ Kau menyukai gadis itu ? “

Dia Lee Hoya teman baik sekaligus penjaga perpustakaan ini bertanya padaku. Apa yang harus aku jawab, tentu saja.. Ya aku menyukai gadis itu. Seperti kebanyakan orang yang sedang jatuh cinta, aku juga sama seperti mereka, mempunyai rasa ingin memiliki gadis itu.

“ Kenapa kau tak mendekatinya ? “ tanya Hoya sembari mencatat judul buku yang akan ku pinjam.

“ Aah entahlah, aku terlalu takut untuk hal itu “

“ Jika kau terlalu takut mendekatinya, lalu kau akan terlalu apa jika kehilangannya ? “

Hoya benar Aku akan terlalu apa jika kehilangannya ? Ya aku akan terlalu sakit jika itu terjadi. Tapi aku sudah pernah mencobanya dan hasilnya seluruh syaraf yang ada di tubuhku mati seketika membuatku terlihat bodoh di hadapannya.

Hari ini seperti biasa aku menunggumu lagi di tempat yang sama. Dan aku benar kau pasti akan datang lagi. Saat kau asik membaca sebuah buku aku mencoba menghampirimu. Aku mulai duduk di hadapanmu. Menyapa sekedarnya dan kau akan selalu tersenyum manis.

“ Sepertinya kau suka sekali ke tempat ini ? “ tanyaku membuatmu mengalihkan pandangan yang semula tertuju pada tulisan-tulisan di buku yang kau pegang kini beralih menatapku dengan ramah.

“ Seperti yang kau lihat, tempat ini tenang, indah, dengan nuansa alam yang membuat kesejukan menghampiri tempat ini. Bukankah kau juga sama ? “

Lagi-lagi aku terlihat bodoh di depanmu karena sebuah pertanyaan yang jelas-jelas aku sudah tahu jawabannya.

 “ Kau Kim Myungsoo kan ? “

Dari mana kau bisa tahu namaku ? Apa kau melakukan hal yang sama sepertiku saat ingin mengetahui namamu ? Sepertinya tidak mungkin karena aku selalu di belakangmu saat ingin meminjam buku.

“ Kau tahu namaku ? “

“ Aah tidak, hanya seseorang telah memberitahuku “ ucapnya lanjut membaca buku.

Mungkinkah itu Hoya ? Tapi Hoya bukan orang seperti itu, dia hanya ingin mengobrol dengan orang yang di kenalnya saja jadi tidak mungkin jika ia mau memberitahu nama temannya kepada seseorang yang tak ia kenal.

Sebuah hal terindah bagiku karena hari ini aku bisa pulang bersama dirimu. Kenapa aku tak pernah tahu jika kau tinggal satu aparte dengan diriku.

“ Eumm tunggu sebentar Myungsoo-ssi “

Kau masuk ke sebuah toko, seperti toko perhiasan. Sekitar 15 menit aku menunggumu di bawah teriknya sinar matahari. Huh kenapa hari ini matahari bersinar terlalu kuat apa dia tidak tahu jika sinarnya itu membuatku selalu berkeringat.

Kau keluar dari toko itu dengan beberapa tas belanja. Sepertinya aku tak salah lihat, bukankah kau baru saja masuk ke toko perhiasan lalu kenapa kau keluar dengan banyak tas belanja.

“ Maaf membuatmu menunggu “

“ Itu…. “

“ Ah ini hanya barang belanjaanku yang ku titipkan di toko ini “

Tak bisa di ragukan lagi bahwa hatiku benar-benar terikat dalam dirimu. Ini seperti mimpi yang tak pernah tidur. Ini hanya terjadi untuk pertama kalinya dalam hidupku. Dari banyak gadis yang selalu ku pandangi dan hanya kau yang membuatku tak ingin pergi darimu.

Kau tahu perasaanku padamu ? Mungkin suatu saat nanti kau akan tahu dan itu yang kutunggu. 

“ Kau suka membaca buku bertema seperti itu ? tanyaku pada Suzy yang membaca buku tentang psikologis.

Sudah berapa kali aku melihatnya membaca belasan buku dengan tema yang sama. Seharian di perpustakaan ini ia hanya mengambil buku-buku yang sekeluarga.

“ Eumm “

“ Apa kau punya waktu ? “

Dia memasang bola matanya dengan pertanyaan tanpa ucapan. Tampak manis…. Sepertinya begitu.. Menurutku… Yang nantinya akan menjadi sebuah fakta…

“ Kita jalan-jalan.. kajja “

Aku duduk dipinggir jalan melihat Suzy dari belakang yang asik menghirup udara sambil bermain-main dengan daun-daun kering yang tiduran ditapak jalan. Padahal ada aku didekatnya, kenapa dia harus mengajak daun tak bernyawa itu bermain.

“ Berhentilah menganggu daun-daun itu ? “

Suzy yang mendengarnya menolahkan kepalanya kearah ku, kemudian berbalik lagi menatap daun-daun kering itu dan mengambil selembar daun kering itu lalu ia berjalan kearahku. Dia merentangkan telapak tangannya yang berisi daun kering ke padaku. Ku tatap wajahnya dengan raut bingung.

“ Kenapa ? “

Suzy tak menjawab hanya terus menyodor-nyodorkan tangannya. Ia mengambil tanganku dan menaruh daun kering itu ditanganku. Setelah memperhatikan daun kering itu aku rasa tak ada yang istimewa jadi aku lantas meremasnya dan membuangnya.

“ Kenapa kau membuangnya ? “

“ Apa aku harus menyimpannya ? “

“ Bagaimana jika kau menjadi daun itu, tergeletak di jalanan tanpa ada yang memperdulikan. ? Apa kau tak kasihan melihat daun-daun itu ? “

“ Tapi aku kan bukan daun itu “

“ Huh “

Kulihat dia memainkan ponselnya dan mengetik sesuatu, sepertinya cukup serius.

“ Ada apa ? “ tanyaku dan dia hanya menggeleng.

Aku tak tahu harus mengatakan apa lagi. Bertanya terus padanya itu bukanlah obrolan yang membuatku nyaman, justru malah semakin mendatangkan kecanggungan diantara kami.

Mungkin butuh sedikit waktu lagi untukku bisa merasa santai saat didekatnya. Aku benar-benar menyukai saat dimana aku bisa duduk bersebelahan seperti ini dengan dirinya walau aku akui aku gugup dengan adegan seperti ini.

Sudah dua hari ini aku tak pernah menemukan sosok dirinya lagi atau mungkin aku terlambat datang sehingga dia sudah pulang. Tetapi dia selalu datang di waktu ini, mungkin saja dia terlalu sibuk hingga tak bisa menyempatkan diri untuk membaca disini.

Aku menghampiri Hoya yang sedang memeriksa buku-buku di raknya. Ku sentuh pundaknya dan dia hanya fokus dengan beberapa buku yang berserakan di lantai.

“ Perlu bantuan ? “

Dia menggeleng pelan, aku mencoba bertanya padanya kenapa Suzy-ssi tak pernah lagi singgah ke tempat ini. Hoya masih sama hanya menggeleng mendengar pertanyaanku.

“ Kau benar-benar menyukainya ? “ tanya Hoya tiba-tiba.

Aku memang benar-benar menyukainya. Ini pertama kalinya aku jatuh cinta sepanjang aku bernafas, padahal dulu aku selalu mencaci yang namanya cinta. Aku berfikir kenapa semua manusia membumbui hidupnya dengan cinta setiap waktu bukankah masih ada hal yang lebih penting dari itu bahkan sampai ada yang menghancurkan hidup mereka karena cinta. Dan sekarang aku tahu rasanya mencintai sesorang.

“ Bagaimana jika ia bukan milikmu ? “ tanyanya lagi.

“ Jika… itu terjadi.. aku takkan bertemu dengannya lagi. Mungkin itu yang akan ku lakukan nantinya agar aku tak menyimpan rasa memiliki lagi “

“ Apa yang akan kau lakukan untuk bisa mendapatkan hatinya ? “

Hal yang bisa ku lakukan untuk mendapatkan hatinya ? Haruskah aku melakukan semuanya ? Apapun itu apakah aku harus melakukannya ? Tapi aku tak pernah berfikiran seperti itu, kalaupun iya tak ada yang bisa ku lakukan.

Bagaikan butiran salju yang melayang terbang sesuka mereka tanpa sayap yang membawa mereka pada keajaiban kecil namun sangat berarti, seperti itu perasaaku.

Pandangan pertama atau cinta pertama kah ? Mungkin aku akan menyebutnya kebahagian pertama, kebahagian yang benar-benar memberikan sebuah hadiah bahagia yang tak pernah terlintas sebelumnya.

Wajah cantiknya membuatku terkubur dalam hati yang beku karena pancaran indah yang menusuk dari matanya. Senyum manisnya itu mengharuskanku untuk di penjara karena telah berusaha untuk mencuri hatinya.

Dia satu-satunya gadis yang memberiku kesejukan saat hanya memandanginya. Mungkinkah aku bisa memilikinya ? Aku berharap mendapatkannya.

Seseorang mengangetkan ku dari belakang. Dia tak lain adalah Woohyun. Dia selalu saja seperti itu datang tanpa membuat secercih suarapun, entah kenapa saat ia berjalan langkah kakinya itu tak menimbulkan suara sekecil apapun.

“ Akhir-akhir ini kau tampak bahagia “

“ Aku menyukai seorang gadis hyung “ sahut ku.

Gadis itu memang benar Bae Suzy. Gadis yang membawaku pada kebahagiaan. Mungkin terlalu berlebihan sudah harus mencintainya padahal kami baru sehari saling mengenal. Tapi itulah cinta, siapa yang akan peduli jika perasaanmu sudah menggebu seperti ini, menghilangkannya pun percuma tanpa seizin Tuhan yang yang akan berkata untuk menentukan kepada siapa kita akan menaruh hati.

“ Aku pikir kau hanya menyukai Sungyeol “

“ Aku akan menyukainya jika dia seorang gadis. Hyung apa kau sudah siap dengan pesta pernikahanmu ? Aku rasa kau terlalu muda untuk menikah. “

“ Menurutmu bagaimana ? “

“ Kenapa kau harus keras kepala hyung ? “

“ Dan kau kenapa harus keras hati ? “

 Dari dulu aku tak pernah senang memiliki Hyung seperti dirinya. Walau dia baik tapi juga menyebalkan. Itu yang aku tahu nilai plus dari dirinya. Tampan dan elegant tapi ia tak pernah berbagi perasaannya kepada siapapun sekalipun denganku yang sudah sangat lama mengenalnya.

“ Hyung bagaimana rasanya akan menikah dengan orang yang kau cintai ? “

“ Sama seperti saat kau jatuh cinta “

“ Kau tampan hyung “ pujiku pada Woohyun.

Bagaimana tidak, setiap pria yang akan menikah dan memakai jas pernikahannya pasti akan terlihat tampan. Hari ini sangat ku tunggu karena aku akan melihat Woohyun, sahabatku bahagia dan itu pasti secara otomatis membuat dia berhenti untuk tidak pernah mengangguku karena ia sudah punya teman baru nantinya.

Percaya atau tidak, sampai sekarang ia tak pernah memberitahu siapa kekasihnya. Bahkan hanya sekedar nama dia enggan memberitahunya, alasannya “ Itu tak penting bagimu “ begitu katanya. Memang tidak begitu penting tapi itu juga sedikit penting untuk ku ketahui. Ini hanya sebuah acara pernikahan yang tak terlalu besar jadi belum terlambat untuk Woohyun memperkenalkan kekasihnya itu padaku.

Kini aku kembali ke tempat dudukku karena acara sudah akan dimulai. Ponsel di saku celanaku berdering, segera ku raih ponselku dan meninggalkan altar pernikahan Woohyun hyung.

Aku mencari tempat yang dirasa tidak akan menggangguku menjawab telfon yang ternyata dari Sungyeol. Disini, dilorong menuju altar ini aku menghentikan langkahku dan mulai menjawab panggilan Sungyeol.

Cukup lama sekitar 20 menit sungyeol di telfon hanya mengoceh tanpa sebab sedangkan aku dengan setia hanya bisa mendesah mendengar dia berbicara dengan tanpa intonasi yang jelas.

Tak tahan karena ocehannya yang tak jelas aku mematikan ponsel dengan paksa. Ku balikkan badanku dan tanpa sengaja menabrak seseorang, seorang gadis mempelai wanita Woohyun lebih tepatnya.

Aku tak bisa berkutik, tubuhku kaku saat itu juga. Gadis itu menatapku sambil tersenyum. Benarkah ini sebuah kenyataan ? Aku… aku berdiri dihadapan calon istri Woohyun. Dia kah gadis yang akan menjadi bagian hidup Woohyun ? Gadis yang sangat cantik dengan pita putih di sisi kiri rambutnya.

Gadis itu berlalu dari hadapanku, dengan anggunnya menuju altar pernikahan. Tapi aku, entah kenapa tak bisa menggerakkan kakiku dan hanya berdiri diam ditempatku dengan tatapan Kosongku, dan kedua bibirku yang kehabisan kata-kata.

Sepertinya acara pertukaran cincin sudah dilakukan dan aku yakin Woohyun dan gadis itu sekarang sudah menjadi.. ahh bersatu dalam ikatan pernikahan. Aku mencoba melangkah, tubuhku muncul dari balik pintu, pandanganku langsung tertuju pada Woohyun yang mencium bibir istrinya.

Gadis yang mengenakan gaun putih panjang itu aku mengenalnya. Gadis yang belum lama ini ku kenal di sebuah perpustakaan umum. Sudah bisa di tebak siapa gadis itu ? Ya dia adalah Bae Suzy. Haruskah aku mempercayai semua kenyataan ini atau malah bergelayut di dalam kehancuran seorang diri

Sekarang aku tahu alasan mengapa orang-orang di luar sana menangis karena cinta. Kenyataan bahwa kau bukan milikku sungguh terjadi. Aku tahu apa yang akan ku lakukan sekarang, membiarkanmu tak masuk dalam hatiku karena aku tak punya cukup bukti untuk mengharapkanmu. Seperti ini kah rasanya mencintaimu Bae Suzy ?

Kau lenyap dari hidupku dan aku tak menahanmu kembali. Waktu yang singkat, kau gadis yang cantik. Jumlah waktu yang tak singkat bahwa aku telah melihat hatimu. Tak perlu alasan lagi kau telah tuntas menyelesaikannya dan aku melepasmu pergi. Kedua kisahku, saat suka dan luka mencintaimu itu adalah kenangan yang kau berikan untuk hatiku.

FIN

Semoga ini FF ada yang suka ya,, dan maafin Author gak menyatukan Myungzy…. Sekali-kali kan gak apa-apa…

Rencananya Author mau bikin Myungzy di 6o detik-60 detik yang lainnya,, Jadi kasih semangat terus ya untuk Auhtor… Jangan lupa coment berupa kritiknya Auhtor tunggu…

Gomawo ^^

17 thoughts on “FF Droubble [Myungzy Couple] 60 Second

  1. annyeong readers baru nih,salam kenal

    kasian myungsoo oppa..
    kalah cepet th sama woohyun oppa..

    ceritanya bagus thor..aku suka alurnya,
    di tunggu ff berikutnya yaa thor..

  2. Akhirnya nemu ff MyungZy lagi setelah sekian lama, tapi…….. kenapa harus sad ending? Kenapa harus Woohyun? Woohyun milik saya! ><
    Good author. Keep writing ^^

  3. kyaaaa…bgus bnget ffnya thor
    sukaa ma alurnya..ide ceritanya jg menarik

    huwaaa myungzy ga bersatu..*poor myung
    tp ga apa2 wohyun jg co2k kok ma suzy kkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s