FF Oneshoot [MyungYeol Couple] | A Memorable Regret

Light Abstract (74)

 

Title            : A Memorable Regret

Author        : Lee Ho Ji aka Vinwi Lee

Cast            

– Kim Myungsoo

– Lee Sungyeol

Other

– Kevin Woo

Genre          : Sad, Shoujo-ai (No YAOI)

Lenght         : Oneshoot

Rating          : PG 16

 

Cast Lee Sungyeol adalah milik Kim Myungsoo dan Cast Kim Myungsoo adalah milik Author

Author bawa FF Khusus MYS…

Happy Reading

 

 

Seorang pria tampan kini tengah duduk berdua dengan seorang pria yang cukup di kategorikan imut. Mereka adalah Kim Myungsoo dan Lee Sungjong  Duduk bersampingan dengan sangat mesra membuat siapapun yang melihat mereka akan iri kepada Sungjong karena bisa duduk mengobrol berdua dengan Myungsoo yang notabene pria paling populer dan pastinya sangat tampan.

Dari kejauhan tampak seorang pria manis bernama Lee Sungyeol sedang memperhatikan Myungsoo dan Sungjong dengan tatapan sendunya. Ia menundukkan kepalanya membalikkan tubuhnya bersandar pada dinding sekolahnya.

Dengan gontai ia berjalan keluar gerbang sekolah. Menatap hujan yang mulai terjatuh menimpa tubuhnya yang lemah. Ia mainkan jemarinya di bawah rimai air langit. Sejenak ia tak merasakan lagi hujan yang menghantam basah tubuhnya. Ia mendongakkan kepalanya, payung… seseorang sedang melindunginya dengan sebuah payung transparan.

“ Kevin-ah “ sahutnya lemah.                       

Orang yang memayunginya itu adalah Kevin teman sekelasnya. Kevin membuat sesimpul senyuman dan melemparkannya pada Sungyeol namun Sungyeol menerimanya dengan senyuman pasrah yang dipaksakan.

“ Jangan bersedih, semua bukan salahmu ataupun salahnya. Semua ini terjadi karena roda yang berputar “ ujar Kevin mencoba memberi semangat pada Sungyeol yang di lihatnya sedang tak baik-baik saja.

Sungyeol mengangguk pelan mencoba tersenyum seikhlasnya.

∞     

  “ Myungsoo-ah “

Sungyeol menghampiri Myungsoo yang sedang duduk mematung seorang diri di kantin sekolah, padahal siswa-siswa yang lain sedang mengantri untuk mendapatkan makan siang mereka tapi Myungsoo.. Ia hanya duduk diam memperhatikan siswa-siswa yang lain.

Myungsoo tak menghiraukan Sungyeol, ia tetap diam tanpa mengalihkan pandangannya dan tak berniat sedikitpun untuk melihat Sungyeol yang kini sudah berada tepat di hadapan Myungsoo.

Panggilan-panggilan Sungyeol sama sekali tak tertangkap oleh telinga Myungsoo lebih tepatnya sengaja tak menggubris.

Kali ini Sungyeol tak merubah posisinya ia justru berdiri semakin dekat di hadapan Myungsoo dan itu membuat Myungsoo risih akan tingkahnya.

“ Yaa, apa yang kau lakukan ? Aku sudah menyuruhmu jangan pernah menggangguku lagi. “

Sungyeol diam menatap Myungsoo yang mulai pergi meninggalkannya. Myungsoo membenci dirinya… Myungsoo benar-benar membencinya… Ini bukan Myungsoo yang dulu yang pernah Sungyeol kenal, Myungsoo yang ini berbeda karena kesalahan yang Sungyeol buat tanpa izin dari Myungsoo.

Beberapa siswa yang melihat Myungsoo marah meninggalkan Sungyeol segera mengeluarkan ejekan kepahitan dari bibir manis mereka. Karena Sungyeol Myungsoo menjadi arogant, karena Sungyeol pula Myungsoo tak ingin lagi bersosialisasi dengan siswa lain kecuali Sungjong.

Sungyeol yang tak tahan akan hal itu menghampiri beberapa siswa itu dan tanpa perintah langsung memberi hadiah berupa sebuah pukulan yang cukup keras yang mampu membuat bibir siswa itu mengalirkan darah perlahan.

Semua siswa terkejut, bagaimana tidak Sungyeol yang di kenal sangat baik dan sangat membenci perkelahian kini dengan mudahnya memukul salah satu siswa dengan ganas.

Ternyata bukan hanya Myungsoo yang berubah, Sungyeol pun kehilangan dirinya yang dulu selalu ceria, senang berbagi, bercanda tawa bahkan sampai mengerjai siswa-siswa di Gyeongsan Sciense High School dan sekarang hanya ada Lee Sungyeol yang selalu murung, putus asa, dan lebih senang menyendiri.

Lagi-lagi Sungyeol harus melihat pemandangan yang menyakitkan. Myungsoo sedang menggenggam erat jemari tangan Sungjong. Sesekali merapikan rambut depan Sungjong, merangkul bahu ke kecil Sungjong, mengacak rambut hitam berkilau milik Sungjong.

Mereka berdua – Myungsoo dan Sungjong – berlalu melewati Sungyeol yang merasa seluruh tubuhnya seperti di sengat listrik, Fikiran yang berterbangan tak tentu arah, tatapan kosong menggelayuti perihnya hati Sungyeol saat itu.

Padahal matahari di atas sana dengan mudahnya sedang bersinar cerah tapi mengapa Sungyeol tak bisa melakukan hal yang sama untuk dirinya sendiri. Dia merindukan Myungsoo, merindukan sentuhan tangan Myungsoo yang selalu memeluknya dengan lembut.

Hanya Myungsoo yang bisa membuat Sungyeol tersenyum karena pada kenyataannya saat Myungsoo tak lagi ada di sampingnya, ia tak lagi memiliki seutas tali senyum pada dirinya bahkan Kevin yang selalu ada untuknya yang tak kalah terpujanya dengan Myungsoo tak mampu membuat Sungyeol menyungginggankan sedikit bibir pinknya.

Walau begitu Kevin tak menyerah, sekeras apa Sungyeol acuh pada dirinya Kevin tak pernah takut untuk terus berusaha mengembalikan raga Sungyeol.

Kevin melihatnya, semua yang terjadi pada Sungyeol Kevin melihatnya. Saat Sungyeol menangis, terkulai lemas bahkan sampai kehancuran hati Sungyeol saat melihat Myungsoo dan Sungjong, Kevin melihat itu semua.

Sungyeol menopang ranselnya, berjalan di bawah dinginnya udara kota Gyeongsan. Menapaki kakinya yang di seret lemas di atas lantai jalanan yang terbalut daun-daun kering. Menundukkan kepalanya dan sesekali menghela nafas panjang.

Tak ada banyak orang berkeliaran di luar sana, tampaknya udara yang terlampau dingin membuat semangat sebagian warga Gyeongsan enggan menginjakkan kaki di jalanan dan lebih memilih terkurung di rumah atau kantor tempat mereka bekerja.

Sungyeol mendengar langkah kaki seseorang di balik punggungnya. Ia berhenti dan orang itu melesat melewati Sungyeol. Mata Sungyeol terperanjat kepada orang yang baru saja melalui dirinya. Ia berlari mendapatkan orang itu dan mengambil lengan kekar milik orang itu.

“ Myungsoo-ah “

Dia Myungsoo, pria dingin yang telah di lukai hatinya oleh Sungyeol. Dengan gesit Myungsoo menghempaskan genggaman Sungyeol, memberi isyarat kepada Sungyeol untuk menjauh darinya. Tapi bukan Sungyeol namanya jika akan menyerah untuk mendekati Myungsoo dan mendapatkan hatinya kembali.

“ Ku mohon jangan membenciku “ lirih Sungyeol.

Myungsoo tersenyum kematian dengan sinis, menatap lekat bola mata Sungyeol yang terjaga sketsa-sketsa air kaca.

“ Kau yang membuatku membencimu “ pekik Myungsoo datar.

Ia berbalik meninggalkan Sungyeol yang nyaris saja mengizinkan permata-permata yang tersimpan di matanya bermain riang di wajahnya.

Dua hari sudah Myungsoo tak pernah mendapati Sungyeol menganggu dirinya lagi, Sungyeol bahkan tak pernah terlihat lagi di mana-mana. Dua hari itu semua siswa di kelas tak lagi mengacau bermain, semua diam membungkam mulutnya begitu juga dengan Kevin dan Sungjong.

Di ujung sana terdapat sebuah kursi kosong yang tak lagi di tempati oleh pemiliknya, Sungyeol. Awalnya Myungsoo merasa perubahan itu biasa saja dan masalah Sungyeol tak lagi terlihat, ia berfikiran  mungkin Sungyeol sedang sakit.

Tapi apa hubungannya dengan semua siswa yang mengunci bibir mereka dengan tidak adanya kehadiran Sungyeol ?

Jam istirahat Myungsoo menghampiri Kevin yang berada di halaman sekolah seorang diri. Ia ingin bertanya sesuatu pada Kevin yang raut wajahnya melukis kesedihan.

“ Kevin hyung “ panggil Myungsoo membuat Kevin menolehkan wajahnya ke arah orang yang menyebut namanya.

“ Apa yang terjadi ? Kenapa akhir-akhir ini kalian tak saling berbincang dan kenapa Sungyeol tak masuk sekolah ? “ tanya Myungsoo yang sejujurnya penasaran dengan Sungyeol.

Kevin diam, pandangannya melihat lantai di bawahnya. Myungsoo kesal berulang kali ia memaksa Kevin untuk berbicara dan sepertinya sangat susah bagi Kevin untuk mengatakan yang sesungguhnya pada Myungsoo.

“ HYUNG “ nada Myungsoo sedikit meninggi.

“ Sungyeol… dia… dia sudah meninggalkan dunia ini “ gumam Kevin.

 Myungsoo tercengang, apa yang ia dengar ini sungguh tak bisa di terimanya dengan jernih. Ia menatap Kevin parau yang juga menatap dirinya dengan sendu.

“ Dua hari yang lalu ia mendapat sebuah kecelakan sepulang sekolah. Waktu itu aku melihatnya menangis tapi aku tak bisa menolongnya dari hal buruk yang menimpanya itu “

Myungsoo hanya diam membuat langit tiba-tiba saja berubah gelap.

“ Kau tahu Myungsoo, Sungyeol tak pernah berniat menyakitimu. Kau tak tahu betapa hancurnya dia saat terpaksa harus meninggalkanmu, kau tak tahu betapa sakit hatinya terluka saat melihatmu bersama Sungjong. Semua ini ia lakukan untuk Sungjong yang ternyata juga menyukaimu, kau tahu betapa dia sangat menyayangi Sungjong, adiknya “

Myungsoo terjatuh di lantai mendengar semua penjelasan dari Kevin. Kini yang tertinggal hanya penyesalan, rasa marah pada diri sendiri. Sungyeol orang yang ia anggap telah mengkhianatinya ternyata itu hanyalah fikiran pembodohan..

Menyesal.. mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Myungsoo. Kehancuran hatinya saat ini sama besarnya dengan terlukanya hati Sungyeol saat Myungsoo membenci dirinya.

Tak bisa mengobati luka Sungyeol adalah kesalahan terbesar untuk Myungsoo. Kini tak ada yang bisa di lakukan selain menyesali kepergian Sungyeol, menatap hampa senyuman Sungyeol yang dulu.

Tak jauh sekitar 3m dari keberadaan Kevin dan Myungsoo, Sungjong berdiri kaku mendengar pembicaraan mereka, Dia menangis….

 

END

 

Let’s comment readers…..

Halo author baru  nih… Kasih apresiasi kalian buat author donk..

Berbuat baik itu indah loh readers, so jangan sombong-sombong comment ya….

 

Iklan

FF Ficlet [Myungzy Couple] | Only Tears

coverff-Only Tearskjm

Title          : Only Tears

Author      : Lee Ho Ji aka Vinwi Lee

Cast          

– Kim Myungsoo

– Bae Suzy

Genre        : Sad

Lenght       : Ficlet

Rating        : T

Semoga suka…. 🙂

Aku melihatmu duduk di atas gedung sekolah, menenggelamkan wajahmu diantara kedua tanganmu yang bersandar pada lututmu. Menikmati setiap sentuhan air hujan yang meringkuk masuk membasahi tubuhmu dan tak peduli jika akan datang angin kencang nantinya yang mungkin akan memakanmu dalam dingin hempasannya.

Kau menangis, setidaknya itu yang ku ketahui dari isakan tangismu yang cukup jelas tertangkap oleh telingaku.

Kenapa ? Kenapa kau menangis ?

Apa yang membuatmu menangis ?

Aku menghampirimu, duduk disamping tubuhmu dan ikut merasakan kerasnya hantaman air langit yang terjatuh, hujan… sebuah anugerah dari Tuhan yang sangat aku cintai. Aku bertanya padamu dalam hening tapi kau hanya diam dalam selimut tangismu.

Tampaknya hujan tak lagi menemanimu namun kau tetap pada posisimu yang kali ini air matamu juga ikut berhenti mengalir. Tak lama kau bangun dari dudukmu, pergi meninggalkanku dan mengacuhkanku yang masih disampingmu.

Haruskah kau seperti ini Bae Suzy ?

∞            

 

 

Hari ini langit tersenyum cerah untukku, tapi kau… kau masih asik bersahabat dengan kesedihan. Kau duduk mematung di kursimu dan tak jarang menyembunyikan wajahmu.

Sepertinya kau tampak bosan dengan pelajaran Kang Songsaengnim hingga kau berkali-kali menutup wajahmu dengan buku. Tapi tunggu… tidak.. kau tidak bosan, kau sedang memikirkan sesuatu yang selalu saja mengiris tipis-tipis batinmu. Kau benar-benar kehilangan ragamu sampai-sampai tak mendengar desahan-desahan keras Kang Songsaengnim yang memanggilmu.

Akhirnya setelah beberapa kali mencoba memanggilmu, kau tersadar dari lamunanmu. Kang songsaengnim menyuruhmu keluar untuk mencuci muka tapi kau dengan acuh tak menuruti perintahnya, kau mengambil ransel putihmu kemudian melangkah keluar kelas.

Woohyun melakukan hal yang sama denganmu, ia berlari kecil menghampirimu agar bisa sejajar dengan langkahmu. Aku menatap kalian di pintu kelas. Suasana terkesan canggung tapi kau tak marah ketika Woohyun mengalungkan tangannya di bahu kecil milikmu.

Apa yang kau lakukan Suzy-ah ? Apa kau tak memikirkan perasaan kekasihmu yang melihatmu dengan santai di peluk pria lain ?

Kau tak peduli dengan kekasihmu yang berdiri terluka di depan pintu kelas ? Kenapa kau melakukan ini ?

Tak lama Woohyun melangkah menjauhimu hingga tak terlihat lagi oleh pandanganku yang masih memperhatikanmu. Ku lihat kau sedang duduk di kantin sekolah kita. Raut wajah murungmu membuat hatiku semakin terluka. Perih rasanya harus menyaksikan pertunjukkan ini.

Aku ingin memelukmu dalam dekapan yang lembut dan hangat, tapi aku tak bisa.

Kenapa ? Aku hanya ingin memelukmu.. Tak adakah kesempatan untukku melakukannya ?

Aku mencoba melangkahkan kakiku menghampirimu, namun terhenti dalam dua langkah kecil karena Woohyun sudah lebih dulu mengambil tempat di sebelahmu.

Woohyun mengatakan sesuatu padamu, entah apa kalimatnya aku tak bisa mendengarnya. Wajahmu tiba-tiba saja melukis kesenduan kalbu setelah mendengar ucapan Woohyun yang tampaknya sungguh sangat serius.

Dalam beberapa detik kau menangis, ya menangis lagi. Begitu mudahkah kau menangis ? Kau bahkan belum ada 24 jam setelah kemarin menangis ria di bawah hujan.

Woohyun menarik tubuhmu dalam pelukannya dan kau sama sekali tak menolaknya. Ku lihat ia mengelus lembut rambut panjangmu seperti yang dulu kulakukan kepadamu dan hanya sekali kulakukan.

Ini menyakitkan.. Kau menangis dalam pelukan Woohyun dan bukan padaku. Kenapa kau seperti ini Suzy-ah ? Apa yang telah ku lakukan padamu hingga kau selalu memberi tangis kehancuran untukku ?

Kau beranjak pergi bersama Woohyun dengan mobil AUDY miliknya dan aku mengikuti kalian di belakang. Kau dan Woohyun berhenti di suatu tempat, ya tempat dimana seseorang dapat mengirimkan seuntai doa untuk orang yang telah tiada.

Kau berhenti di depan meja salah satu orang yang telah meninggal dan meletakkan sebuket bunga kecil. Disana terletak dengan rapi sebuah frame foto dengan nama di bawahnya…. KIM MYUNG SOO….

 —- Kenapa kau meninggalkanku secepat ini Myungsoo-ah ? Apa kau tidak mencintaiku ? Kau seharusnya bertahan hidup jika kau mencintaiku….. —-

Lirihan itu… Lirihan yang keluar dari bibir manismu membuat tubuhku lemas seketika dalam penyesalan. Menyadarkanku dengan kejadian 4 hari lalu yang menimpaku saat ingin membeli hadiah ulang tahun untukmu.

Maafkan aku tak bisa bertahan melawan kecelakaan itu..

Maafkan aku harus membuatmu terus menangis…

Aku mencintaimu.. Dan akan terus mencintaimu hingga aku tak dapat lagi merasakan hal yang disebut cinta itu.

 

END

Let’s comment readers…..

Halo author baru  nih… Kasih apresiasi kalian buat author donk..

Berbuat baik itu indah loh readers, so jangan sombong-sombong comment ya….