FF Oneshoot [Myungzy Couple] | Because I Want To Know Your Heart

Coverff-becauseiwant-toknowyour-heart

Title           : Because I Want To Know Your Heart 

Author       : Lee Ho Ji aka Vinwi Lee

Cast

- Kim Myungsoo

- Bae Suzy

Genre         : Sad, Hurt, Fluff

Lenght        : Oneshoot

Rating         : G

Author Note           : Ide cerita murni dari otak Author tapi sedikit terinspirasi dengan salah satu FF Kpopers. Cast Kim Myungsoo aka L juga milik Author, hanya milik Tuhan dan Author *senyumMalaikatIblisDariSurga

— Aku Mencintaimu —

Dua kata yang diberikan Myungsoo untukku saat salju mulai mengurung kota Seoul. Tapi sepertinya itu hanya permainan canda belaka seorang Kim Myungsoo.

Ia tak benar-benar serius mengatakan itu karena ia sama sekali tak memberikan perhatiannya padaku. Myungsoo bahkan saat ini sedang mencoba mendekati seorang gadis yang ia akui, ia menyukainya. Dan itu sudah jelas menjelaskan bahwa Myungsoo hanya bercanda dan kata itu bukan menunjuk ke arah dua insan melainkan hanya ungkapan rasa sayang kepada seorang teman.

Tapi sejak hari dia mengucapkan kata itu, takkan ada satu siswa pun yang mendapati aku dan Myungsoo bersama. Ya, sejak saat itu Myungsoo memisahkan dirinya dariku, kami tak pernah bermain bersama lagi bahkan untuk sekedar pulang bersama Myungsoo tak mau melakukannya lagi.

Ku lihat Myungsoo sedang membaca sebuah buku di kelas, pekerjaannya saat jam istirahat. Aku menghampirinya duduk miring di kursi depan mejanya. Pandangannya tak berpaling dari bukunya, tak menghiraukanku seperti aku tak terlihat olehnya.

“ Myungsoo-ah “

“ Eummm “

Dia hanya berdehem kecil, ada apa dengannya ? Hanya untuk menjawab panggilanku dia tak juga mau.

“ Kau tak pulang bersamaku lagi hari ini ? “

“ Maafkan aku, tapi aku akan pergi dengan Jiyeon “

Myungsoo menutup bukunya menatapku sedetik dengan sedikit senyuman kematiannya lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkanku.

Lagi, untuk yang ke 27 kalinya ia beralasan membuat janji dengan Jiyeon agar bisa menghindar untuk tak pulang bersamaku. Ini sudah hampir satu bulan kami tak pernah bersama karena semua alasan-alasan yang sama dari Myungsoo.

Begitu besarkah cinta Myungsoo pada Jiyeon hingga bisa melupakan ku sebagai temannya.

Jujur saja aku mencintai Myungsoo, aku bahagia dia mengatakan itu padaku dan aku terluka karena dia menjauhiku. Aku kesapian berhari-hari tanpa dirinya. Menangis karena dia tak ingin lagi bersama ku untuk sekedar menjadi temanku.

Dia manis dan hangat tapi semua itu hanya dirinya yang dulu sebelum ia berubah menjadi dingin setelah melontarkan kalimat itu.

“ Myungsoo-ah “

Tak ada jawaban dari seseorang yang kupanggil itu. Sangat kejam.. Beginikah dia memperlakukanku setelah berhasil memecahkan hatiku. Orang yang selama ini aku kagumi, orang yang mengaku menyayangiku sebagai temannya, orang yang selalu ada sejak 2 tahun terakhir untukku, tapi kini orang itu sudah tiada. Tak ada lagi orang yang akan menatapku dengan tatapan pemubunuhnya atau tersenyum dengan senyuman mematikannya… Yang ada hanya seseorang yang tak pernah menganggapku ada karena seorang gadis yang baru saja ia kenal tak lebih dari 4 bulan.

Aku pergi menjauh darinya dengan kesedihan yang memuncak. Tak akan… Tak akan lagi aku memanggil namanya, berbicara padanya, tersenyum padanya, bahkan untuk sekedar menoleh kepadanya aku tak akan pernah mau lagi.

Untuk terakhir kalinya aku melihatnya sedang menatapku kosong dengan entah apa makna dibalik tatapan pengkhianatannya itu.

2 minggu setelahnya aku dan Myungsoo benar-benar seperti orang asing. Dia penulis naskahnya dan aku hanya mengikuti naskah yang ia buat. Bukankah seperti ini tampak baik untuknya, walau aku akui aku memang sangat-sangat terluka menjauhinya, kehilangan dirinya, dan tak pernah mendengar suara lembut miliknya.

Aku menapaki lorong sekolah menuju kelasku. Di ujung sana, tepat di depan pintu kelas sedang terdapat dua sosok tengah tertawa begitu indahnya. Aku ragu untuk terus melangkah ke depan, tapi tak ada kesempatan bagiku untuk melangkah mundur karena bebarapa guru sedang bearada di belakangku memarahi dan memberi hukuman kepada dua orang siswa yang telah melakukan kesalahan.

Berani ? Tentu saja, aku akan menganggap seolah-olah di depan sana tak ada siapapun hanya ada angin lewat yang mengganggu kulit lembutku. Saat sudah sampai pada puncaknya dan akan melangkahkan salah satu kakiku menginjak lantai kelas, tubuh pria yang bernama Kim Myungsoo itu menghalangi jaalanku.

Aku mendongakkan kepalaku menatapnya dengan amarah, berteriak padanya agar ia menyingkir dari hadapanku. Nihil… dia tuli atau pura-pura tak mendengarku ?

Aku benar-benar muak terperangkap di antara kedua insan ini yang telah berkali-kali melukai hatiku. Ku dorong dengan keras tubuh Myungsoo hingga punggungnya mencium daun pintu dengan keras yang bisa kau prediksi bahwa itu sangat sakit.

10 jam berlalu, jarum jam sudah menunjuk pukul 5 sore yang mengharuskan semua siswa harus meninggalkan sekolah. Aku mengabulkan permintaan itu dengan meninggalkan sekolah secepatnya.

“ Kau ingin pulang denganku ? “

Suara itu.. Suara lembut Myungsoo. Benarkah ini ? Dia mengajakku pulang bersamanya. Aku sangat senang, tak bisa terbayarkan betapa senangnya aku saat mendapati Myungsoo yang dulu.

“ A.. “

Aku tak sempat melanjutkan kalimatku setelah tak sengaja menangkap Jiyeon sedang berada di depan pintu kelas yang tampaknya sedang menunggu Myungsoo.

Apa Myungsoo mengajakku pulang bersamanya dan juga Jiyeon ? Semua kesenanganku kabur seketika setelah melintas beberapa fikiran-fikiran yang… enatahlah tak bisa di jelaskan.

“ Tak perlu, aku bisa pulang sendiri “ tukasku dengan nada sedikit meninggi.

Bukan rumah yang ku tuju setelah berhasil bebas dari gerbang sekolah, melainkan menginap beberapa jam di sebuah cafe kecil, cafe klasik yang tak terlalu besar namun masih tetap indah di pandang dengan mata normal. Memesan secangkir kopi dan sepotong kue kecil itu yang akan ku lakukan setelah berhasil mendapat tempat duduk dekat jendela.

-

-

-

2 jam sudah aku di cafe ini. Merasa bosan ? Tidak..Takkan ada seorangpun yang bosan jika berada di cafe ini bahkan meski hanya duduk berjam-jam lamanya tanpa membuka mulut sedetikpun. Aku mengusap wajahku menyandarkan tubuhku di kursi yang aku duduki, aku merasa enggan untuk pulang jadi aku bertahan sedikit lebih lama di cafe ini.

KLINGG….

Bunyi gemerling itu menandakan bahwa baru saja ada pelanggan yang datang memasuki cafe ini. Aku mengedarkan pandanganku yang semula menatap keluar jendela kini beralih melihat sosok pelanggan yang baru saja datang.

Tubuhku terkulai lemas di atas kursi setelah melihat sesuatu yang lagi-lagi mengikis permata ketabahanku di setiap detiknya.

Kim Myungsoo dan Park Jiyeon yang kini tengah duduk disalah satu meja tak jauh dari keberadaanku. Myungsoo mengambil makanan yang dipesannya, melayangkan makanan itu ke mulut mungil Jiyeon. Mengelap sisa makanan di bibir pink Jiyeon dengan ibu jarinya.

Aku rindu saat-saat itu, saat di mana aku dan Myungsoo makan bersama setelah pulang sekolah, saling bertukar sesuap makanan. Rindu saat Myungsoo memukul kepalaku, rindu saat Myungsoo tersenyum seperti yang ia berikan sekarang kepada gadis cantik dihadapannya.

Perih itu kembali menemani hatiku. Air mata yang bersorak ingin keluar tak mampu lagi terbelenggu. Aku berlari keluar cafe, terus berlari tanpa peduli kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang yang sewaktu-waktu akan menabrakku tanpa izin.

Aku terjatuh di pinggir jalan dengan air mata yang terus berjatuhan. Orang-orang sekitar yang melihatku hanya bisa memandang nanar keadaanku saat ini.

Menangis.. kenapa aku harus menangis ? Aku benci menangis seperti ini…

Kenapa aku harus lemah ? Kenapa aku terus-terusan terluka.

 Tak adakah satu kebahagian saja yang dengan senang hati mampir ke hatiku ?

Hangat… sebuah tangan mendekap tubuhku, menenggelamkan wajahku di dada bidangnya. Kim Myungsoo kini sedang memelukku. Sekarang apa lagi ? permainan apa lagi yang akan di ciptakannya ?

Aku mendorong tubuhnya melepas pelukannya dengan kasar. Menatap dirinya dengan cairan bening yang tergerai lembut di wajahku. Dia menatapku dengan mata elangnya dan menghapus setiap tetes air mata dengan jemari tangannya.

“ Jangan menangis “ ujarnya lemah.

“ Pergilah, aku tak menyuruhmu berada di sini “

Sekali lagi dia memelukku. Pelukan dari Kim Myungsoo yang ku terima untuk pertama kalinya.

“ Maafkan aku membuatmu terluka terlalu lama tapi pada akhirnya aku mencintaimu “

Lagi Myungsoo mengucapkan kata itu lagi. Apakah kali ini sungguhan atau hanya sebuah lolucun baru lagi. Aku menghempaskan tubuhnya perlahan. Di wajah Myungsoo terlukis sketsa kabut kesedihan yang terkurung dalam penyesalan. Ku mohon jangan katakan padaku bahwa ini sebuah kepalsuan.

“ Tidak.. kau mencintai Jiyeon “

“ Kau salah. Waktu itu aku sungguh serius mengatakannya tapi kau tak meresponnya. Kau tak menerima atau menolaknya membuatku berfikir tak ada kesempatan untuk memilikimu… jadi aku mengujinya dengan cara seperti ini “

Isakan tangisku terhenti mendengar kalimat yang di lontarkannya. Myungsoo mencintaiku..

“ Permainan ini sudah berakhir dengan Aku Mencintaimu “

 Ku peluk tubuh Myungsoo dengan erat. Tak ingin melepaskannya walau hanya sedetik. Luka di hatiku dengan mudahnya terobati dengan pengakuan Myungsoo. Aku tak peduli dia membohongiku dan melukaiku selama ini yang aku pedulikan hanyalah mendapatkan kembali seorang Kim Myungsoo.

 Udara yang dingin dimalam hari menyelimuti pelukan kami yang di saksikan olah banyak orang yang melintas serta gelapnya langit kota Seoul yang tersenyum bahagia mewakili perasaanku.

END

Let’s comment readers…..

Halo author baru  nih… Kasih apresiasi kalian buat author donk..

Berbuat baik itu indah loh readers, so jangan sombong-sombong comment ya….

About these ads

35 gagasan untuk “FF Oneshoot [Myungzy Couple] | Because I Want To Know Your Heart

  1. Aku lihat kayaknya FF kamu kebanyakan gini ya? Eung… gimana jelasinnya? Kayaknya hampir mirip-mirip gitu atau cuma perasaanku? ._.
    Kurang greget kalo menurut aku hehe, kaya ada yang kurang gitu sih. Tapi so far bagus kok ^^ keep writing ya. :)

  2. hmm, ternyata myungsoo mencintai suzy jg. di kiriain sad ending tp bgus thor kalo happy ending. di tunggu ff myungzy lainya. :-D

  3. good chingu ..
    let’s to make ff myungzy lebih banyak lagi :D
    sekali-kali sad ending boleh tuh, tapi dibuat sequelnya jdi happy endign #gubrakk maksud lo ?? :D

  4. T__T
    Awal’Y aQ pengen Pukul Kepala L Oppa pake palu

    #plak*

    Tapi
    Tapi
    Tapi
    Klo akhir’Y Happy End kyak gni, aq ngk jd pukul dech’kekekekeke’

    Kya…..Ni couple FavotiteQ bgt, MyungZy is My OTP#siapa yg nanya*

    Apa pun FF’Y Yg pentinG cast’Y MyungZy+Happy End#readers Bawel*wkwkwkwkkw

    Bagus semua thor, yg pentinG Happy End :D

    FightinG bt FF MyungZy Lain’Y
    :D

  5. Myungsoo kejam tega nguji suzy dgn cara kaya gitu, tpi gx pa” deh yg penting happy ending. Buat lagi ff myungzy thor. Suka banget nih ff author bagus, daebak.

  6. Akuuuu ska endingnya min, tp kok krang panjang pnjabarannya di ending :((( Wlwpn aku suka endingnya Myngzy, tp aku gak rela dimaafin gtu aja sama suzy. hehe Dighting thor, dtnggu FF myungzy lainnya ;)

  7. sempet nyesek tadi sama kelakuannya myungsoo. Teganya dia bersikap cuek sama suzy walaupun cman buat nguji cintanya suzy.
    Tapi sbagai obatnya, authorx kasih happy ending. ckckck
    Bikin FF Myungzy yg banyak thor n harus tetep happy end. hehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s